8 Biaya yang Harus Ada dalam Proses Jual Beli Tanah

Dalam transaksi apapun, kecil maupun besar termasuk transaksi jual beli tanah, pasti ada biaya yang harus dikeluarkan. Jika Anda berpikir bahwa satu-satunya biaya yang harus Anda sediakan adalah biaya untuk membeli tanah, maka Anda salah. 

Jual Beli Tanah

Pasalnya, akan ada biaya-biaya lain yang dibutuhkan meliputi biaya utama, yakni harga dari tanah itu sendiri dan beberapa tambahan yang lain. Bagi Anda yang ingin membeli tanah, ada baiknya mengetahui beberapa biaya yang harus ada saat transaksi jual beli terjadi. Seperti berikut ini.

1. Biaya Pengecekan Sertifikat
Salah satu biaya yang wajib ada saat transaksi membeli tanah adalah biaya pengecekan sertifikat. Pengecekan sertifikat ini punya tujuan yang jelas yakni untuk memastikan tidak ada catatan sita, catatan blokir atau catatan lainnya yang akan merugikan pihak pembeli. Hal ini wajib dilakukan mengingat seringnya terjadi penipuan saat ini.

Untuk mengeceknya, Anda bisa melakukannya di kantor pertanahan setempat. Jumlah biaya yang akan dikeluarkan biasanya tergantung dari kebijakan kantor pertanahan tersebut. Biaya ini biasanya dikenakan kepada pembeli. Namun, seringnya, biaya ini juga dikeluarkan oleh penjual sesuai kesepakatan yang telah dilakukan.

2. Biaya Akta Jual Beli
Biaya selanjutnya yang wajib dikeluarkan saat proses membeli tanah adalah biaya akta jual beli. Pembuatan akta jual beli atau sering disingkat dengan AJB ini juga memerlukan dana. Untuk membuat akta jual beli ini, Anda harus datang ke pejabat pembuat akta tanah setempat. Besaran biaya yang dikeluarkan juga tergantung kebijakan pejabat setempat.

Namun yang pasti, biasanya biaya pembuatan akta jual beli ini tidak boleh lebih dari 1% harga transaksi yang tertera pada akta. Biasanya, biaya ini dibebankan kepada kedua belah pihak. Tapi pada beberapa keadaan, biaya ini malah ditarik dari nilai transaksi. Tentu saja ini juga tak menutup kemungkinan bahwa biaya jual beli tanah ini ditanggung satu pihak saja.

3. Biaya Balik Nama
Biaya balik nama juga harus dikeluarkan dalam proses membeli tanah. Untuk melakukan balik nama, Anda harus mendatangi pejabat pembuat akta tanah setempat lalu membayar sejumlah dana sesuai dengan besaran yang sudah ditentukan. Besarannya biasanya tergantung dengan kebijakan dari pejabat setempat. Biasanya, biaya ini ditanggung oleh pihak pembeli.

4. Biaya PNPB (Penerimaan Negara Bukan Pajak)
Saat Anda membeli atau menjual tanah, Anda juga akan dikenakan biaya PNPB atau penerimaan negara bukan pajak. PNPB ini biasanya akan dibayarkan sekaligus pada saat pengajuan peralihan hak atau balik nama besarannya biasa 1 perseribu permil dari nilai jual tanah tersebut.

Ini sudah sesuai dengan beberapa peraturan sah yang mengatur tentang penerimaan PNPB seperti PP No. 73 Tahun 1999 tentang Tata Cara Penggunaan PNPB. Lalu, PP No. 22 Tahun 1997 tentang Jenis dan Penyetoran PNPB dan terakhir PP No. 1 Tahun 2004-001 tentang Tata Cara Penyampaian Rencana dan Laporan Realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak.

5. Biaya PPh (Pajak Penghasilan)
Lalu, PPh atau pajak penghasilan. Biaya PPh ini biasanya akan dilakukan di bank penerima pembayaran transaksi jual beli tanah yang Anda lakukan. Untuk besarya, biasanya besaran PPh ini adalah 5% dari besarnya transaksi yang harus dibayarkan sebelum membuat AJB atau AJB ditandatangani.

6. BPHTB (Bea Perolehan Hak Tanah dan Bangunan)
Selanjutnya adalah biaya BPHTB atau Bea Perolehan Hak Tanah dan Bangunan. Berasal dari biaya ini juga 5% dari nilai jual objek pajak. Biasanya, pihak yang mengeluarkan biaya ini adalah kedua belah pihak. Bisa juga tergantung dari kesepakatan penjual dan pembeli. Sama seperti PPh, BPHTB ini juga wajib dilunasi sebelum AJB ditandatangani.

7. Biaya KPR
Bila Anda membeli rumah secara KPR atau cicilan, maka Anda juga harus mengeluarkan biaya ini. Biaya KPR ini biasanya meliputi biaya provisi, administrasi dan lainnya yang besarannya mencapai 4 hingga 5 persen dari total pinjaman yang disetujui. Biaya KPR ini sepenuhnya adalah tanggung jawab pihak pembeli. Penjual tidak punya tanggungan apapun.

8. Biaya Jasa Notaris
Kehadiran seorang notaris saat membeli atau menjual tanah adalah suatu yang harus. Rasanya hampir tidak mungkin jika transaski jual beli mengabaikan profesi yang satu ini. Sebab, seluruh perjanjian yang melibatkan transaksi dengan tanah harus dibuktikan dengan akta yang dibuat di depan pejabat pembuat akta tanah atau notaris. Kenapa? Sebab, notaris adalah pejabat yang berwenang menentukan keabsahan suatu proses jual beli properti.

Nah, sudah menyiapkan biaya-biaya yang akan dikeluarkan dalam proses jual beli tanah? Lalu, apakah tanah yang hendak dibeli juga sudah ada? Jika belum, Anda bisa mengunjungi situs www.rumah.com yang menyediakan informasi mengenai berbagai properti yang dijual. Mulai dari tanah, rumah, ruko dan masih banyak lagi. Cukup jelajahi secara online saja.

0 Response to "8 Biaya yang Harus Ada dalam Proses Jual Beli Tanah"

Posting Komentar